Skip to main content

seni sandiwara sebagai senam irama


     Seni sandiwara adalah sebuah prtunjukan pentas sebuah cerita dan diiringi senam irama yang juga disebut istilah senam irama merupakan gerakan yang dilakukan dengan iringi musik atau latihan bebas secara beriring sebuah musik irama, pertunjukan sandiwara yang menyampaikan suatu pertunjukan atau rangkaian cerita dengan gerak yang diiringi dengan musik.

     Senam irama adalah gerakan yang diiringi dengan musik pada saat kita melaukukan pentas sandiwara,senam irama juga disebut senam ritmik adalah gerkana yang dilakukan secara berirama senam ritmik juga bisa dilakukan dengan alat atau tanpa alat,pentas pertunjukan sandiwara membutuhkan gerkan mususik seperti gerakan iram.
     Sejarah senam irama bermula dari jean-georgecois noverre (1727), dan francois desrte (1811-1871), dan rudolf bode (1881-1970) ketiga nya percaya bahwa atas pentingnya ekspresi gerak dimana seseorang mengunakan tubuhnya untuk menciptakan keindahan melalui gerakan-gerakan tertentu, gagasan tersebut kemudian dikembangkan oleh pater henry ling abad ke 19 dalam satu sistem latihan yang disebut sebagai swedish system dari gerkan bebas yang di promosikan sebagai gymnastik estetis mengekspersikan perasaan nya melalui gerakan tubuh, dengan irama kia perlu menguasai teknik pada saat kita melakukan pentas seni sandiwara karena pada saat melakukan sandiwara kita bisa mencapai gerakan yang serasi dengan apa yang sedang kita perankan pada saat pertunjukan.
     Senam irama yang berasal dari seni sandiwara diperoleh ole Dalesarte pada tahun 1811-1871 seorang sutra dara ia menghendaki agar gerakan didalam pertujukan sandiwara yang dibuat-buat itu dapat dilakukan dengan gerakan yang wajar, tetapi ia belum berhasil karena sifat kesandiwaraannya masih terlihat dalam aliran ini, dialah yang pertama kali menciptkan system senam irama.
     Senam irama yang berasal dari seni musik yang ingin menyatukan lagu-lagu pada saat kita melakukan seni sandiwara dalam bentuk gerakan, dan bentuk rangkaian yang siap ditampilkan pada saat melakukan pertujukan sandiwara hal ini membuthkan latihan yang sangat tekun dan cukup lama, maka demi terciptanya keserasian dalam melakukan gerakan-gerakan irama yang harus dikuasai secara matang dalam seni sandiwara dan gerakan –gerakan yang sudah disusun pada saat melakukan seni sandiwara harus disusun dalam bentuk rangkaian yang siap ditampilkan pada saat pertunjukan dimulai.
     Irama musik yang ditampilkan pada saat berlangsungnya alur cerita sandiwara di sela-sela sandiwara pada saat sedang di mainkan, pertunjukan sandiwara biasa nya menunjukan kemampuan bermain dengan kata- kata dan memeragakan langsung dari narasi kedalam kosa tubuh sandiwara terdiri dari dua kata yaitu sandi dan wara kata sandi dapat diartikan rahasia dan wara dapat diartikan berati memberi tahu, sandiwara yaitu sebuah pementasan yang didalamanya mengandung sebuah rahasia atau amanah yang tersirat melalui peran-peran, pementasan sandiwara merupakan kesienian yang diiringi oleh irama.
     Aliran Senam Irama yang berasal dari Seni Musik ini dipelopori oleh Jacques Dalcrose, seorang guru musik yang ingin menyatukan lagu-lagu dalam bentuk gerakan. Dalam sistem ini tentunya menonjolkan dan lebih mementingkan musik dari pada gerakan senamnya. Murid Dalcrose, Bode berpendapat bahwa gerakan itu harus digerakan dari dalam ke Feri-feri. maka dengan itu gerakannya dikenal dengan nama "Ausdruk Gymnastiek". artinya senam yang dijalankan dengan penuh perasaan.
     Kesenian sandiwara berasal dari wilayah yang memang sebagian masyarakatnya dikenal sebagai petani maka biasanya lakon sandiwara pun biasanya diadakan usai musim panen tiba, khitanan, pernikahan atau sekadar perayaan ulang tahun. Kesenian sandiwara bisa dikatakan unik, karena para pemainnya mempunyai ragam kostum. Di atas panggung beberapa pemain menggunakan kostum kerajaan lengkap dengan keris terselip di pinggang, namun berinteraksi menggunakan bahasa khas Indramayu bersama sebuah boneka besar berbentuk sosok perempuan dengan sebuah narasi laki-laki.

     Kemampuan bermain dengan kata-kata tak lagi menjadi senjata andalan. Kata-kata, bagi mereka, hanyalah mainan belaka. Para juru cerita butuh pamungkas yang berbeda. Mereka sepakat untuk mengembalikan kata-kata ke bunyi, memeragakan langsung narasi ke dalam kosa tubuh. Para Pekaba kemudian bersiasat agar tak tergelincir pada satu saja jurus. Kadang, bebunyian membuahkan makna, tetapi ada masa ketika tubuh mengemban beban bahasa, sementara bahasa lisan sendiri hanyalah siasat untuk terus memproduksi gerak dan bunyi,senam irama merupakan gerakan senam ataupun gerakan bebas yang diiringi dengan musik atau nyanyian sesuai dengan irama yang mengikutinya. Adapun unsur-unsur yang terdapat dalam senam irama meliputi: keluwesan, kesinambungan gerakan, dan ketepatan irama. Senam irama merupakan senam yang dilakukan untuk menyalurkan rasa seni atau rasa keindahan atau untuk melakukan sandiwara, sandiwara diwujudkan dri bahan dasar bahasa dengan penulisan skenario sandiwara dengan menggunakan bahasa dan gerakan yang dilakukan pada saat pertunjukan sandiwara,Senam irama ini merupakan senam yang dipertandingkan dalam pertunjukan sandiwara dan pertunjukan sandiwara menggunakan irama tradisional, sementara itu senam samdiwara merupakan pertunjukan yang dilakukan untuk sekedar menghibur mayarakat dimana dalam sandiwara ini sekelompok orang atau peserta sandiwara melakukan pertunjukan sandiwara dengan irama musik,irama yang berasal dari seni music ini dipelopori oleh Jacques Dalcroze, seorang guru music yang ingin menyatakan lagu-lagu dalam bentuk gerakan. Dalam sistemnya sudah tentu lebih mementingkan music dari pada gerakan. Murid Dalcroze, Bode, berpendapat bahwa gerakan itu harus digerakkan dari dalam ke feri-feri. Maka senamnya terkenal dengan nama “Ausdruk Gymnastiek” artinya senam yang dijalankan dengan penuh perasaan. Murid Bode adalah yang sangat senang memberikan latihan dengan alat seperti bola, gada dan simpai, sandiwara adalah dua gendre seni pentas yang muncul dari arah yang berbeda. Janger adalah seni dendang tembang yang berkarakter tradisional, sedangkan sandiwara adalah ungkapakan seni pertunjukan modern Barat. Sejatinya janger dapat juga menyajikan lakon dalam pementasannya yang disebut janger malampahan (janger yang disertai lakon). Namun sumber lakon yang disuguhkan adalah diambil dari cerita Mahabharata seperti Arjuna Wiwaha, cerita rakyat Jayaprana, atau babad Kebo Iwo. Sedangkan dalam Janger Sandiwara cenderung mengadaptasi cerita dari luar Bali seperti Malin Kundang dan Jaka Tarub, selain juga sejarah seperti Untung Surapati dan Perang Diponogoro, Senam irama atau senam ritmik adalah senam yang dilakukan dengan iringan irama baik musik, nyanyian, ataupun tepukan. Yang termasuk aliran senam iarama adalah senam irama yang berasal dari seni sandiriwara yang dipelopori oleh Delsartes yang dimulai pada 1811, senam yang berasal dari seni musik dipelopori oleh Jacuques Dalcrose. senam irama yang berasal dari seni tari dipelopori oleh Rudolf Van Laban. Senam irama atau senam ritmik biasanya dilakukan secara beregu sehingga selain menyehatkan juga akan membawa kegembiaraan dan kesehatan mental, gerakan seni sandiwara telah disusun dalam bentuk rangkaian yang siap ditampilkan, maka demi terciptanya keserasian antara seni sandiwara dangerakan irama harus dikuasai secara matang agar pertunjukan sandiwara bisa disesuaikan dengan irama musik.

Comments

Artikel Populer

"Sandiwara Radio Reborn " Mengembalikan kejayaan Sandiwara Radio untuk Sosialisasi Bencana

Pernah dengar kisah Brama Kumbara ? Itu lho sandiwara radio yang populer di era tahun 1980-an akhir. Nah semenjak Warkop Reborn sukses, sekarang sandiwara radio juga ikut reborn, tentu dengan cerita dan gaya yang menyesuaikan nuansa jaman. Upaya Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB dalam sosialisasi siaga bencana melalui sandiwara radio pantas diacungi jempol. Tentu BNPB  sudah melakukan kajian yang matang dengan keberaniannya melakukan terobosan dalam melakukan sosialisasi siaga bencana. Sandiwara radio pernah mendapat tempat di hati pendengar Indonesia di era 1980-hingga 1990 an. Apalagi BNPB menggandeng S Tijab, seorang maestro penulis naskah sandiwara Tutur Tinular yang cukup terkenal pada masa itu. Sepertinya romantisme kesuksesan sandiwara radio pada masa itu ingin diangkat kembali oleh BNPB di era globalisasi ini. Saya sendiri ketika sandiwara radio booming pada era 1980an hingga awal 1990an cukup antusias mengikuti ceritanya seperti Saur Sepuh dan Tutur Tinul...

Sejarah Sandiwara di kota kelahiran saya

Sandiwara Sunda di Majaléngka berkembang sejak awal tahun 1930-an. Seni pertunjukan berbentuk teater ini digemari oleh semua lapisan masyarakat pada waktu itu. Beberapa perkumpulan atau grup kesenian sandiwara Sunda pernah berdiri, antara lain di Jatiwangi (Mirah Delima, Medal Kawangi, Kutawaringin), Majaléngka (Budaya Sunda), Dawuan (Gaya Remaja). Di Darmalarang, Malongpong, Munjul, dan Karayunan pun pernah pula berdiri beberapa kelompok sandiwara. Himpunan Barudak (HB) adalah kelompok sandiwara yang pertama kali berdiri di wilayah Majaléngka. Kelompok ini dipimpin oleh Karma Al Habe dari Gandu Kecamatan Dawuan. Pada perkembangan selanjutnya kelompok ini mengganti nama menjadi Gaya Remaja dan bermarkas di Kasokandel. Pada tahun 1960 sampai tahun 1980-an di Kadipaten dan Majaléngka pernah berdiri gedung-gedung pertunjukan Sandiwara. Gedung pertunjukan yang pernah berdiri di Kadpaten bernama Serbaguna. Beberapa kelompok sandiwara yang melakukan pertunjukan di gedung ini antaranya ...

Kesenian Tradisional Cirebon Yang Hampir Punah

Cirebon  selain terkenal akan kesultanannya juga lekat dengan berbagai kesenian rakyat. Sayangnya beberapa kesenian tradisional ini hampir punah karena tergerus jaman. Kesenian tradisional ini dulunya digunakan oleh  Sunan Gunung Jati  dan Wali Songo lainnya untuk menyebarkan agama islam di tanah Sunda. Selain itu kesenian ini juga digunakan sebagai alat diplomasi ketika Kesultanan Cirebon terancam kalah oleh serangan kerajaan lainnya. Oleh karena itu patut bagi kita untuk mengenal lebih jauh tentang  kesenian tradisional        Cirebon  yang hampir punah ini. Minat generasi penerus yang kurang hingga tergerus oleh kesenian modern lainnya, membuat pelaku seni tradisional ini kian sedikit dan sampai sekarang hampir punah. Misalnya Tarling yang terkenal di tahun 50-an mulai tergerus jaman seiring hadirnya musik dangdut. Selain tarling ada beberapa  kebudayaan Cirebon  dan tradisi Cirebon yang hampir punah yang akan diulas...