
Teater sandiwara bukan hanya menjadi sarana mengaktualkan diri sebagai seniman, melainkan juga wadah untuk mengungkapkan aspirasi-aspirasi masyarakat dan media perpolitikan yang terjadi di Indonesia, selama perjalanannya dari sebelum kemerdekaan hingga pada suatu waktu tertentu mungkin teater-teater itu baik yang tradisional maupun yang modern itu terkooptasi oleh perkembangan situasi, secara sosial politik, budaya, dan ekonomi, pada suatu waktu tertentu, berbeda dengan masa kependudukan belanda yang hanya mempergunakan teater sandiwara untuk hiburan semata, pada masa kependudukan Jepang teater digunakan secara aktif untuk menjadi media propaganda kepada masyarakat Indonesia,sandiwara atau grup-grup sandiwara itu dipakai oleh pemerintah barat dan tentara Jepang,dari situ kitabisa menemukan kreativitas para penulis drama teater sandiwara kreativitas yang muncul pada saat itu dalam konteks teater di Indonesia tentunya pembangunan gedung teater sandiwara tersebut menyebabkan pertumbuhan teater di Indonesia terutama era modern cukup bagus. dibuktikan dengan banyaknya seniman seperti Sasrafan.
Pertumbuhan teater ia juga menjelaskan bahwa teater sandiwara yang apabila dilihat dari konteks zamannya maka teater sandiwara tidak hanya berfungsi sebagai media untuk menyampaikan suatu pesan kepada masyarakat melainkan bisa meliputi fungsi sebagai media pendidikan hingga drama yang merupakan fungsi teater untuk memperbaiki masalah psikologis seseorang, Adanya pembangunan gedung teater sandiwara tersebut menyebabkan pertumbuhan teater di Indonesia terutama era modern cukup bagus dibuktikan dengan banyaknya seniman seperti Arifin C. Noer, Teguh Karya, Putu Wijaya, Danarto, Ikranegara, Wisran Hadi, dan Aldi Sasrafan. Pertumbuhan teater sandiwara kembali mengalami penurunan ketika tahun 1980-an, dikarenakan adanya pergantian tim dewan kesenian Jakarta secara rutin, yang mengakibatkan penurunan dalam tata kelola Taman Ismail Marzuki dan atmosfer kesenian pun menjadi turun. Ditambah lagi dengan didirikannya gedung bioskop yang seakan menjadi pesaing seni teater.
Sandiwara tradisional itu berlangsung sejak 1950 Ini merupakan adaptasi dari toneel dan ketoprak, Domo Suraji, Loyo, Wartaka, dan generasi berikutnya adalah nama-nama aktor yang cukup dikenal. Grup sandiwara Cendrawasih, Panglipur Manah, Gajah Mada, Purba Sari, Darma Saputra, Candra Kirana, dan puluhan lainnya senantiasa melekat di hati masyarakat dalam mengetengahkan lakon babad ataupun legenda,dalam pengertian lebih luas kata teater sandiwara diartikan sebagai segala hal yang dipertunjukkan di depan orang banyak dengan demikian dalam pertunjukan teater sadiwara adalah pertunjukan misalnya ketoprak, ludruk, wayang, wayang wong, sintren, janger, mamanda, dagelan, sulap, akrobat, dan lain sebagainya. Teater sandiwara dapat dikatakan sebagai manifestasi dari aktivitas naluriah, teater sandiwara merupakan manifestasi pembentukan strata sosial kemanusiaan keduanya memiliki unsur-unsur teatrikal dan bermakna filosofis,berdasarkan paparan di atas kemungkinan perluasan definisi teater sandiwara itu bisa terjadi tetapi batasan tentang teater sandiwara dapat dilihat dari sudut pandang tidak ada teater tanpa aktor, baik berwujud riil manusia maupun boneka, terungkap di layar maupun pertunjukan langsung yang dihadiri penonton, serta laku di dalamnya merupakan realitas bahwa istilah teater sandiwara berkaitan langsung dengan pertunjukan, sedangkan drama berkaitan dengan lakon atau naskah cerita yang akan dipentaskan. Jadi teater sandiwara adalah visualisasi dari drama atau drama yang dipentaskan di atas panggung dan disaksikan oleh penonton. Jika drama adalah lakon dan teater sandiwara adalah pertunjukan maka drama merupakan bagian atau salah satu unsur dari teater sandiwar.
Pengertian seni teater sabdiwara secara luas adalah keseluruhan peran dan adegan akting yang dipertunjukkan di atas panggung di depan para pentonton. Contohnya akrobat, dagelan, ketoprak, wayang, sintren, dan lainnya pengertian seni teater secara sempit adalah adegan yang mempertunjukkan tentang kisah hidup seseorang dan dipertontonkan kepada khalayak umum di atas panggung sesuai dengan naskah yang dibuat istilah teater sandiwara sendiri tidak bisa lepas dengan kata drama teater sandiwara bisa diartikan sebagai pertunjukan,sedangkan drama diartikan sebagai naskah yang ditampilkan lebih singkatnya teater adalah bentuk visualisasi dari drama yang ditampilkan dalam sebuah panggung serta disaksikan oleh banyak orang.
fungsi seni teater sandiwara diantaranya yaitu:
Sebagai sarana sarana hiburan.
Sebagai sarana pendidikan.
Sebagai sarana untuk berekspresi.
Sebagai sarana untuk meningkatkan rasa percaya diri.
Sebagai sarana untuk bersosialisasi.
Sebagai saran pertunjukan reater sandiwara
Seni prtunjikan sandiwara terater merupakan unsur kebudayaan yang tumbuh dan berkembang sejajar perkembangan manusia sebagai pencipta dan penikmat karya seni,karya seni dapat dilihat dari bentuk pakaian dan rias, jenis makanan dan hidangan, jenis-jenis pertunjukan salah satunya adalah sebagai pertunjukan reater sandiwara yaitu bentuk teater pertunjukan yang di tonton oleh orang banyak seni teater adalah seni yang kompleks artinya dapat bekerjasama dengan cabang seni lainnya,Panggung sandiwara adalah tempat para pemain memeragakan lakon dramanya sebagai seni pertunjukan,biasanya panggung akan di desain lebih tinggi daripada lantai, lebih tinggi dari tempat duduk penonton agar penonton yang duduk dibelakang masih mampu menyaksikan pertunjukan dengan jelas, pertunjukan seni teater sandiwara.
Ciri-ciri utama Teater Tradisional adalah :
Menggunakan bahasa daerah,
Ada unsur nyanyian dan tarian,
Diiringi tetabuhan (musik daerah),
Dagelan/ Banyolan selalu mewarnai,
Adanya keakraban antara pemain dan penonton,
Suasana santai.
Diiringi tetabuhan (musik daerah),
Dagelan/ Banyolan selalu mewarnai,
Adanya keakraban antara pemain dan penonton,
Suasana santai.
Seni pertunjukan teater sandiwara adalah salah satu jenis kesenian berupa pertunjukan sandiwara yang dipentaskan di atas panggung, secara spesifik, seni teater adalah sebuah seni drama yang menampilkan perilaku manusia dengan gerak, tari, dan nyanyian yang disajikan lengkap dengan dialog dan akting para pemainnya. Kata teater diambil dari bahasa Yunani, theatron, yang artinya tempat atau gedung pertunjukan, Sejarah seni teater diperkirakan mulai berkembang semenjak 2500 tahun yang lalu. Di setiap negara di dunia memiliki sejarahnya masing-masing. Namun, beberapa seni teater yang terkenal antara lain seni teater Roma, seni teater Yunani, seni teater Eropa Barat, seni teater zaman Renaissance, seni teater English-Elizabethan, seni teater periode emas Spanyol, seni teater Prancis gaya Baroque, seni teater Afrika, seni teater Asia, dan seni teater Islam Timur Tengah.
Di Indonesia sendiri seni pertunjukan teater sandiwara sudah ada sejak lama dan dipercaya sudah ada sejak manusia mulai melakukan interaksi, dulunya seni teater sering dikaitkan dengan upacara adat diyakini sebagai bentuk syukur dan penghormatan kepada Allah karena sudah diberi berkat makanan dari hasil perburuan. Tiap daerah di seluruh Indonesia memiliki seni teater tradisionalnya masing-masing, selain untuk upacara adat, seni teater juga digunakan untuk memanggil kekuatan gaib (mengingat masyarakat pada zaman dahulu masih menganut kepercayaan animisme dan dinamisme), memperingati leluhur atau nenek moyang, dan masih banyak lagi yang lain.Setelah mengalami perkembangan, pengertian teater juga mengalami perkembangan, teater tidak hanya diartikan sebagai tempat pertunjukan, tetapi juga diartikan sebagai kegiatan pertunjukan atau tontonan. Sebagai kegiatan pertunjukan, teater mempunyai ciri-ciri, yaitu teater sebagai seni yang berhubungan dengan gerak, seni dekorasi, seni tata rias.
Comments
Post a Comment