Skip to main content

Mengenal Lebih Jauh Sandiwara Radio Yang Kini Menghilang



     Pada kali ini Saya akan mengulas sedikit mengenai tentang sandiwara radio. Anda yang mengalami masa kecil dan remaja di era 1980 hingga awal 1990-an tentu ingat dengan masa kejayaan sandiwara radio. Berbagai sandiwara atau drama radio menjadi acara utama selain musik di radio-radio, baik yang menggunakan frekuensi FM maupun AM.

     Seperti kita tahu, pada saat itu jangankan Televisi, Radio saja masih jadi barang mewah yang tidak semua rumah memilikinya. Apalagi saat itu TV Swasta belum muncul dan yang siaran cuma TVRI, sehingga satu-satunya hiburan ya cuma dengerin radio. Nah salah satu yang paling di tunggu pada saat dengerin radio ya Sandiwara Radio. Beberapa sandiwara radio yang melegenda pun, kemudian ada yang diangkat ke layar lebar

     Pengertian sandiwara itu sendiri adalah sebuah pertunjukan drama yang murni mengandalakan tampilan suara dan akustik yang disiarkan di radio atau media suara lainnya seperti kaset dan CD Karena tidak mengandung komponen visual, Sandiwara Radio mengandalkan dialog, musik dan efek suara untuk membantu para pendengar membayangkan penokohan dan jalan cerita Sandiwara Radio mendapatkan popularitas selama dekade penyebarannya pada tahun 1920an Pada tahun 1940an, Sandiwara Radio menjadi pemimpin dalam dunia hiburan internasional Namun dengan munculnya media televisi pada tahun 1950an,

     Rupanya sandiwara tidak cuma asyik kalau ditonton. Didengarkan pun asyik pula. Kamu akan merasakan sensasi yang amat mendalam, karena pendengarnya akan memvisualisasikan adegan-adegan yang didengar di kepala mereka. Hebatnya pengisi suara dan narasinya penuh dengan intonasi yang mampu merengkuh pendengarnya.

Nah, berikut deretan sandiwara radio yang populer di era 90-an, dikutip dari berbagai sumber.

1. Saur Sepuh 
      Niki Kosasih punya kisah populer yang dia tulis Saur Sepuh yang memang dikhususkan untuk sandiwara radio. Ada 20 episode yang bikin ketagihan ketika mendengar Saur Sepuh. Apalagi salah satu tokoh fenomenal Saur Sepuh, Brama Kumbara paling ditunggu pendengar setia sandiwara radio ini. Saking hitsnya, kisah Saur Sepuh akhirnya dituangkan ke dalam layar kaca pada tahun 1987.

2. Mak Lampir (Misteri Gunung Merapi) 
     Ketawanya Mak Lampir seolah menjadi ikon, mendengar tawa seperti itu langsung membayangkan karakter itu. Tak hanya terbatas pada generasi 90-an saja, generasi setelahnya mengerti betul suara tawanya. Bagi penggemar sandiwara radio ini hafal betul kalau jagoannya adalah Sembara. Karena demikian meluas popularitasnya sandiwara radio ini kemudian diangkat menjadi sinetron yang masih diputar di sebuah stasiun TV. Tentunya Mak Lampir yang kemudian menjadi ikonnya.


3. Babad Tanah Leluhur 
     Latar tempat sandiwara Radio ini berada pada masa kerajaan Mataram Kuno. Benang merah sandiwara radio karya Cece Suhyar ini ialah empat tokoh bernama Anting Wulan, Saja Palwaguna, Pangeran Purbaya dan Putri Cempaka. Anting Wulan dan Saja Palwaguna seperguruan. Sementara Pangeran Purbaya dan Putri Cempaka memerintahkan sebuah kerajaan.

4. Tutur Tinular 
     Kisah Tutur Tinular berfokus pada runtuhnya kerajaan Singasari. Di masa itu berdiri juga kerajaan Majapahit. Yang paling seru di sandiwara radio Tutur Tinular ialah aksi pemuda pemberani bernama Arya Kamandanu. Dia merupakan sosok pahlawan pewaris pedang naga puspa yang bertekad membasmi kejahatan. Tidak lupa tokoh penting dari sandiwara radio ini ialah Mei Shin, gadis yang berasal dari daratan Tiongkok. Dia merupakan mantan istri Arya Kamandanu. Tetap ya gadis oriental menjadi daya tarik pria lokal.

5. Putri Cadar Biru 
     Sebuah cerita yang ditulis oleh Suwarso Yudi Samsidar menceritakan tentang seorang gadis sakti bercadar biru pemimpin di Lembah Cacat. Sebuah lembah yang di dalamnya banyak pendekar dengan ciri cacat, diantaranya Buntung Kanan Buntung Kiri, Pendekar kecapi Buta, Bidadari Baju Telu, dan lain sebagainya. Awalnya banyak orang golongan putih mengira bahwa Putri Cadar Biru dan pengikutnya termasuk golongan hitam, namun ternyata tidak. Putri cadar Biru dan pengikutnya justru ikut berjuang melawan penjajah Belanda. Cerita ini juga diwarnai oleh kisah cinta Putri Cadar Biru dengan Anusagelang, suaminya, yang berakhir pedih. Anusagelang gugur di medan perang, bertempur melawan penjajah Belanda.

6. Mahkota Mayangkara 
     Kisah sandiwara radio Mahkota Mayangkara adalah kelanjutan dari kisah Tutur Tinular. Hanya saja, kali ini lebih banyak menceritakan tentang generasi setelah Kamandanu, diantaranya tentang kisah Ayu Wandira (anak Mei Shin), tokoh antagonis Rakuti, serta kisah dua putri kerajaan Majapahit (Tribuana dan Dyah Wiyat) dalam melawan kakak tirinya, Raja Jayanegara.

7. Mantra Naga Bumi
     Sandiwara radio dengan latar belakang mataram kuno, sebuah kisah misteri tentang hilangnya Kitab Lawang Pitu dan Mahkota Biru, lambang keperkasan Mataram kala itu yang penuh dengan ketegangan, dendam serta kisah romantis yang mengharukan . 

8. Nini Pelet 
     Kisah Nini Pelet sendiri sempat populer di era 80-an ketika dibuat ke dalam sandiwara radio. Seiring waktu kisahnya yang menyeramkan banyak diangkat ke dalam serial televisi. Sosok wanita ini memang cukup terkenal di seantero negeri. Selain memiliki kecantikan yang abadi, konon kesaktian yang dimilikinya mampu memikat para pria muda untuk dijadikan kekasihnya. Legenda Nini Pelet memang telah menjadi cerita turun-termurun dari para leluhur. 

9. Ibuku Sayang, Ibuku Malang 
     Sandiwara ini bercerita tentang keluarga kasih sayang dan percintaan. Namun tetap dibalut konflik persaingan bisnis yang penuh intrik, kisah utama dalam cerita ini yaitu dua keluarga yang berbeda watak. Yaitu keluarga Pras dan keluarga Sasangko.

     Diceritakan Sasangko memiliki sifat yang kurang baik. Selain licik dalam berbisnis, ia kerap main perempuan, padahal ia sudah menikah. Salah satunya yaitu dengan Corrie yang melahirkan anak bernama Sonny.

     Belasan tahun telah lewat dan Sonny pun telah dewasa serta mencoba mencari tahu keberadaan ayah kandungnya. Di sisi lain, ada keluarga Pras yang hidup bahagia dan di karunia 3 anak, yaitu Baskoro, Damayanti dam Vina. Keluarga Pras inilah yang dianggap rival oleh keluarga Sasangko. Dengan segala cara Sasangko berusaha menjatuhkan Pras.

     Kisah Ibuku Malang Ibu Tersayang ini, menjadi menarik pula karena cerita berkisar mengenai anak anak keluarga Pras. Baskoro misalnya, sang playboy namun baik hati dan menawan banyak gadis, salah satunya Yashinta. Demikian pula kisah kedua adik adiknya yang lain, serta para tokoh cerita di dalamnya.

     Sandiwara Radio mulai kehilangan pamornya dan di beberapa negara, tidak mendapatkan jumlah pendengar yang banyak seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, rekaman OTR (old-time radio) masih bertahan hingga saat ini di beberapa arsip audio para kolektor dan museum Pada abad ke 21 terutama di Amerika Serikat, Sandiwara Radio kurang begitu disiarkan karena kurangnya pendengar. Namun, di negara-negara lain tradisi Sandiwara Radio masih bisa ditemui di Inggris misalnya, masih memproduksi Sandiwara Radio yang digalakan oleh perusahaan berita BBC Rekaman-rekaan dari radio tersebut kemudian disiarkan di berbagai stasiun radio seperti Radio 3, Radio 4, dan BBC Radio 7. Di Jepang sandiwara radio umumnya masih populer di kalangan penggemar manga, light novel, dan anime. Seri-seri anime umumnya merilis sandiwara radio dengan seiyuu mereka.




Comments

Artikel Populer

Pertunjukan Sandiwara dan Estetikanya

      Seni pertunjukan teater rakyat sandiwara Cirebon merupakan gagasan masyarakat pendukungnya yang diwakili oleh individu-individu yang memiliki komitmen terhadap budaya lingkungannya. Sandiwara Cirebon hadir dari perasaan dan pengalaman individu-individu yang menjadi bagian dari pandangan dunia masyarakatnya dalam kehidupan berbudaya.       Hal itu senada dengan Mulyana (2004:32) yang menyebutkan pandangan dunia dalam suatu peristiwa komunikasi sebagai seperangkat sikap, kepercayaan, dan nilai yang dianut seseorang atau sekelompok orang dalam asuhan suatu budaya.Melalui sandiwara, Umar Karsiyan, seorang tokoh sandiwara Cirebon, merasa hidup lebih berharga karena ia dapat memberikan informasi nilai-nilai terbaik dalam hidup kepada masyarakat yang menontonnya.       Sandiwara Cirebon yang lebih banyak melakonkan babad Cirebon dirasakan sebagai syiar Islam karena yang diceritakan lebih pada bagaimana pertentangan antara k...

Evolusi Kesenian Sandiwara

     Pada tahun 1511 Pendaratan Portugis dan kemudian menyebarkan kesenian Keroncong. Tahun 1607 Belanda mendarat dan membuat permukiman di Ambon. Tahun 1619 Batavia menjadi pusat pemerintahan, setahun kemudian Pertunjukan teater Boneka (Marionate) sebagai kesenian dari portugis, pada tahun 1629 ada Pementasan lakon “Raja Swedia & Raja Denmark (Kisah tentang Pengepungan Batavia oleh Sultan Agung) Latar belakang sosial dan situasi pada suatu masa menjadi sebuah hal utama bagi perkembangan teater di Indonesia. Teater modern di Indonesia adalah produk-produk orang kota, diciptakan oleh penduduk kota untuk penduduk kota pula. Pada dasarnya bentuk teater modern merupakan hasil dari pengaruh kesenian modern Barat di kota-kota. Ada pun ciri-ciri dari bentuk teater modern secara garis besar dan mendasar adalah sebagai berikut:      Pertunjukan telah dilakukan di tempat khusus, yakni sebuah bangunan panggung prosceneum yang memisahkan penonton dengan pemai...

Sandiwara Dan Evolusinya

Pada tahun 1511 Pendaratan Portugis dan kemudian menyebarkan kesenian Keroncong. Tahun 1607 Belanda mendarat dan membuat permukiman di Ambon. Tahun 1619 Batavia menjadi pusat pemerintahan, setahun kemudian Pertunjukan teater Boneka (Marionate) sebagai kesenian dari portugis, pada tahun 1629 ada Pementasan lakon “Raja Swedia & Raja Denmark (Kisah tentang Pengepungan Batavia oleh Sultan Agung) Latar belakang sosial dan situasi pada suatu masa menjadi sebuah hal utama bagi perkembangan teater di Indonesia. Teater modern di Indonesia adalah produk-produk orang kota, diciptakan oleh penduduk kota untuk penduduk kota pula. Pada dasarnya bentuk teater modern merupakan hasil dari pengaruh kesenian modern Barat di kota-kota. Ada pun ciri-ciri dari bentuk teater modern secara garis besar dan mendasar adalah sebagai berikut: Pertunjukan telah dilakukan di tempat khusus, yakni sebuah bangunan panggung prosceneum yang memisahkan penonton dengan pemain, Penonton harus membayar, Fungsinya adalah ...